Tuesday, May 3, 2011

^^Wahai kaum Hawa...engkau Bidadari yang lembut dan perkasa^^

>> Tulisan ini sebenarnya ingin saya posting tepat HARI KARTINI kemaren,,tapi belum sempat siapkan blognya.... :)

Semenjak tercipta kita ada untuk merubah dunia. Perubahan ini makin nyata sejak datangnya Islam. Islam membebaskan kita dari jerat-jerat jahiliyah. Menyadarkan kita, bahwa dibalik kelembutan tersimpan kekuatan berbalut keindahan yang dahsyat. Remaja putri dan pemudi Islam menjadi ujung tombak perubah budaya. Di pundaknya tersampir selempang ganda sebagai bidadari santun dan penebar rahmat melalui cipta, rasa, dan karsanya.
Batasan-batasan dalam Islam sejujurnya adalah untuk melindungi martabat kita sebagai wanita yang mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Di hadapan manusia, terlebih di hadapan Allah. Kepeloporan kita sesungguhnya membawa tanggung jawab pada diri sendiri. Tanggung jawab terus belajar dan belajar. Sekaligus mengajarkan pada orang lain. Muslimah mempunyai kepribadian yang istimewa, yang tidak dijumpai pada wanita non muslim. Hal ini menjadi salah satu kunci kokoh itu, indahnya Islam di masa kini dan mendatang.
Bukan mesiu dan peluru untuk menaklukkan dunia. Selaras dengan itu, kemulian kita, sebagai muslimah, terlihat bukan dari fisik dan kesantunan semata. Kepribadian Islami, yang menjadi nafas kita menjadi mesiu penakluk rimba modern.
Kodrat keindahan juga menjadi milik kita semua, terutama wanita.  Makhluk istimewa yang di anugerahi kemampuan untuk melahirkan  pahlawan-pahlawan baru. Dari kesucian kita, bertebaran duta-duta islam yng membawa semerbak aroma surgawi  di seluruh penjuru. Pemuda-pemudi Islam menjadi benteng kokoh tegaknya panji islam di setiap kehidupan.  Menjadi pelopor syar’i bagi lingkungan.
Kita, sebagai wanita layak berbangga hati. Betapa tidak, kita diciptakan khusus untuk mendampingi  keberadaan kaum pria. Tanpa meninggalkan kodratnya di sisi Allah. Ibaratnya, kita bisa menjadi akuntan, dokter, perawat, koki andal, pendongeng hebat, dan pekerjaan-pekerjaan yang mungkin sulit dilakukan kaum pria. Meski terkadang terkungkung oleh budaya, namun cerita indah kepeloporan kaum hawa tiada pernah usai.
Pribadi Islami, tiada sedikitpun mengingat kebebasan menghirup pergaulan dengan dunia luar. Bahkan keberadaan kita menjadi petunjuk, bahwa kiprah muslimah tidak sekedar domestik di dalam rumah dan keluarga. Kita dapat menjadi sumur inspirasi bagi wanita yang lain untuk mengikuti jejak-jejak irama islami. Menjadi permata di tengah kilauan emas semu modernitas yang terkadang mengabaikan sisi kelembutan wanita.
Keteguhan kita memegang prinsip sebagai  hamba Allah membuat orang lain sangat menghargai. Namun tidak membenarkan karakter wanita yang melekat pada kita. Keaktifan kita dalam berbagai kegiatan menjadi nilai tambah yang langka. Sebab tidak semua dari kita memiliki karakter seperti ini. Rasulullah menggambarkan ini sebagai perhiasan yang paling baik. Sebuah penghargaan yang tinggi bagi seorang muslimah seperti kita.
Dimana pun kita berada, orang lain akan selalu menanti. Orang lain merasakan ada semangat ketika bersama kita. Sedih jadi gembira. Duka jadi tawa. Berat, jadi ringan. Orang lain bukan tertarik dengan fisik kita namun dengan kecerdasan hati dan akal yang kita miliki. Semoga anugerah nikmat ini, menambah motivasi kita, kaum wanita untuk lebih berkarya.
>> Dedicated for Perempuan Indonesia,, Met' Hari Kartini<<

No comments:

Post a Comment