>> sajak tentang masa lalu dan
masa depanmu<<
Disana waktu
berlalu
Membawa
puing-puing catatan
Di dinding dan
di lubang jendela yang retak
Angin laut
telah menjelma api
Tapi ingatanmu
masih setia pada desirnya
Saat
kelembutan itu mengajarimu
Bagaimana
memetik kecapi atas kesunyian
Di penghujung
setiap luka
Telah kudengar
senandung camar di bibirmu
Menepiskan
nyala kesedihan di sepanjang garis pantai
Dan bisik
ombak itu kian tegas
Melilitkan
hymne kesunyian di atas lilin dalam kamarmu
Tapi kerap
kubayangkan perahu
Sebagai utusan
dari matahari dan lilin
Yang membuka
ladang bagi pohon rindumu
Dimana waktu
memanggul angin laut
Meletakkanmu
di samping dadanya yang labuh menjadi dermaga
Lantas
demikian makna kebahagiaan itu bagiku?
Sajak-sajak
terus berkibar
sejak kibasan
pertama bendera kapal
tak ada lagi
sedih dari bukit-bukit karang yang digulung ombak
seperti lenguh
senyummu saat mimpi merapat
dalam sentuhan
nyata masa datang
selain ramai,
tak ada bisik kesedihan
yang
menyelimuti tubuh rampingmu di depan pintu
sebagai
perempuan yang menunggu perahu
menyambut
desir angin laut
dan
menyelipkan rindu pada arakan kabut
yang
menyembunyikan dentam gemuruh hujan
>>doaku
untuk kebahagiaanmu kelak . . . .
>>200901 - 210910



