Jodoh sungguh unik, jika tidak boleh dinyatakan sebagai misteri.
Ia memang hak prerogatif Sang Pencipta. Orang bisa menebak, dapat pula menolak, tapi kadang hasilnya menjebak.
Benci menjadi rindu, suka berbalik sembilu.
Yang dekat dan begitu lekat, terpisah karena kejadian sederhana.
Yang jauh, baik dalam jiwa maupun raganya, menyatu karena hal sepele.
Inilah jodoh, pemberi makna pada kehidupan. Fenomenanya melahirkan Cinta. Kecintaannya menjadikan langgengnya semangat setiap manusia. Selayaknya setiap orang harus belajar dari sang guru dalam berinteraksi dengan jodoh. Guru yang disediakanNya terserak di sekeliling. Guru yang terlampaui bersama waktu, dan baru terlihat setelah waktu telah berlalu. Guru yang dikenal dengan nama lainnya "Pengalaman."
Sehingga orang tak mudah lagi memaksakan diri. Mencintai adalah fitrah. Mencintai adalah hak insani.
Namun, memiliki dan berjodoh, lain cerita, lain pula jawabannya. ^^
Ia memang hak prerogatif Sang Pencipta. Orang bisa menebak, dapat pula menolak, tapi kadang hasilnya menjebak.
Benci menjadi rindu, suka berbalik sembilu.
Yang dekat dan begitu lekat, terpisah karena kejadian sederhana.
Yang jauh, baik dalam jiwa maupun raganya, menyatu karena hal sepele.
Inilah jodoh, pemberi makna pada kehidupan. Fenomenanya melahirkan Cinta. Kecintaannya menjadikan langgengnya semangat setiap manusia. Selayaknya setiap orang harus belajar dari sang guru dalam berinteraksi dengan jodoh. Guru yang disediakanNya terserak di sekeliling. Guru yang terlampaui bersama waktu, dan baru terlihat setelah waktu telah berlalu. Guru yang dikenal dengan nama lainnya "Pengalaman."
Sehingga orang tak mudah lagi memaksakan diri. Mencintai adalah fitrah. Mencintai adalah hak insani.
Namun, memiliki dan berjodoh, lain cerita, lain pula jawabannya. ^^
No comments:
Post a Comment